Huntara di Kecamatan Pintu Rime Gayo Diduga Vendor Asal Mengerjakan Masyarakat Minta Pemerintah Tegur Pihak Ke Tiga.

Terkini 01 Apr 2026 10:11 3 min read 137 views By Tim

Share berita ini

Huntara di Kecamatan Pintu Rime Gayo Diduga Vendor Asal Mengerjakan Masyarakat Minta Pemerintah Tegur Pihak Ke Tiga.
Huntara di Kecamatan Pintu Rime Gayo Diduga Vendor Asal Mengerjakan Masyarakat Minta Pemerintah Tegur Pihak Ke Tiga.

"RRRNews.my.id"--Bener Meriah - Pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi warga terdampak bencana di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, menuai sorotan publik.

 

Pasalnya Sejumlah warga yang menilai pembangunan Huntara tersebut dilakukan secara asal-asalan dan tidak memperhatikan kualitas bangunan, sehingga menimbulkan kekhawatiran bagi para penghuni.

 

Beberapa warga yang ditemui di lokasi oleh media mengungkapkan bahwa kondisi bangunan Huntara terlihat kurang layak untuk di tempati, melainkan ketika hujan, bocor, listrik kadang hidup, terkadang mati.

 

Mulai dari rangka bangunan yang dinilai tidak kokoh, pemasangan papan dinding yang tidak rapi, hingga atap yang dinilai kurang kuat untuk menahan hujan dan angin yang kerap melanda tempat relokasi warga yang terkena dampak pasca bencana Hidrometeorologipada akhir 2025 hingga awal 2026. 

 

Baru saja ditempati sudah terlihat banyak kekurangan, yang membuat masyarakat menjadi tidak aman untuk tinggal di rumah hunian sementara (huntara).yang di bangun oleh pihak ke tiga.

 

Keluhan yang di sampaikan oleh masyarakat pada pihak media ini Papan dinding ada yang renggang, lantai terasa tidak rata, dan beberapa bagian atap juga terlihat kurang kuat,” ujar salah seorang warga yang menempati Huntara tersebut.

 

Warga berharap pembangunan Huntara yang seharusnya menjadi tempat tinggal sementara yang aman dan nyaman bagi korban bencana, benar-benar dikerjakan dengan baik, nyatanya yang di alami bangunan tidak senonoh menurut warga.

Mereka khawatir jika kualitas bangunan tidak diperbaiki, Huntara tersebut justru berpotensi membahayakan penghuninya, terutama saat cuaca ekstrem ini katanya.

 

Selain itu, masyarakat juga meminta pihak terkait unsur pemerintah untuk segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi pembangunan Huntara di Kecamatan Pintu Rime Gayo.

 

Pemerintah daerah dan instansi terkait diharapkan dapat mengevaluasi proses pembangunan serta memastikan bahwa fasilitas yang diberikan kepada warga benar-benar layak huni.

 

Sejumlah tokoh masyarakat setempat juga menilai bahwa pembangunan fasilitas untuk korban bencana seharusnya dilakukan secara transparan dan mengedepankan kualitas.

 

Pasalnya, Huntara merupakan tempat berlindung sementara bagi warga yang kehilangan rumah akibat bencana, sehingga aspek keselamatan dan kenyamanan harus menjadi prioritas utama ujarnya.

 

Jangan sampai bantuan yang seharusnya membantu masyarakat justru menimbulkan masalah baru.

 

Kami berharap pemerintah segera turun tangan untuk melihat kondisi sebenarnya di lapangan,” ujar salah satu masyarakat yang enggan di sebut namanya.

 

Hingga saat ini, warga masih menunggu perhatian dari pihak terkait agar dilakukan perbaikan terhadap sejumlah bagian Huntara yang dianggap tidak memenuhi standar kelayakannaya.

 

Masyarakat berharap pembangunan yang dilakukan benar-benar berpihak kepada kebutuhan korban bencana, bukan sekadar mengejar penyelesaian proyek semata.”-(Tim)

Radar Rimba Raya News.my.id
Chat with us on WhatsApp